Assalamu'alaikum wr.Wb
I'rob adalah Perubahan Akhir Kata/Kalimat, disebabkan oleh Pengaruh Amil )عَامِل( yang masuk, baik secara lafadz atau di kira-kirakan
I'rob itu sendiri ada 4 :
- Rofa')رفع(----< Tanda Aslinya Dhommah
- Nashob)نصب(----< Tanda Aslinya Fatkhah
- Jer)جير(----< Tanda Aslinya Kasroh
- Jazem)جزم(----< Tanda Aslinya Sukun
Langsung aku kasih contoh ya..
Mudah-mudahan langsung mengerti,
Contoh :زَيْدٌ, lafadz ini ketika tidak kemasukan Amil )عَامِل(, maka tetap di baca Zaidun )زَيْدٌ(.Bukan dibaca Rofa' )meskipun huruf terakhir ada Dhommahnya( Ataupun yang lainnya. Tetapi, ketika lafadzزَيْدٌkemasukan Amil )عَامِل(, maka perubahan dari huruf terakhir lafadz itu disebut dengan I'rob.
Seperti Contoh :مِنَ المدرسةِ...Sebelum Lafadzالمدرسةِkemasukan Amil Jer, maka huruf terakhirnya tidak dibaca kasroh.
Nah, berubah-ubahnya huruf terakhir pada suatu kalimat, di dalam Bahasa Arab disebut dengan I'ROB.
Semoga bermanfaat..
Wassalamu'alaikum wr.Wb
muklis
WELCOME TO MY BLOG
Tampilkan postingan dengan label ilmu nahwu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmu nahwu. Tampilkan semua postingan
24 Juli 2013
10 Januari 2013
pengertian nahwu shorof
NAHWU adalah kaidah-kaidah Bahasa Arab untuk mengetahui bentuk kata dan keadaan-keadaannya ketika masih satu kata (Mufrod) atau ketika sudah tersusun (Murokkab). Termasuk didalamnya adalah pembahasan SHOROF. Karena Ilmu Shorof bagian dari Ilmu Nahwu, yang ditekankan kepada pembahasan bentuk kata dan keadaannya ketika mufrodnya.
Jadi secara garis besar, pembahasan Nahwu mencakup pembahasan tentang bentuk kata dan keadannya ketika belum tersusun (mufrod) , semisal bentuk Isim Fa’il mengikuti wazan فاعل, Isim Tafdhil mengikuti wazan أفعل, berikut keadaan-keadaannya semisal cara mentatsniyahkan, menjamakkan, mentashghirkan dll. Juga pembahasan keadaan kata ketika sudah tersusun (murokkab) semisal rofa’nya kalimah isim ketika menjadi fa’il, atau memu’annatskan kalimah fi’il jika sebelumnya menunjukkan Mu’annats dll.
Satu kata dalam Bahasa Arab disebut Kalimah (الكَلِمَة) yaitu satu lafadz yang menunjukkan satu arti.
Kalimat atau susunan kata dalam Bahasa Arab disebut Murokkab (المُرَكَّب). Jika kalimat / susunan kata tersebut telah sempurna, atau dalam kaidah nahwunya telah memberi pengertian dengan suatu hukum ” Faidah baiknya diam” maka kalimat sempurna itu disebut Kalam (الكَلاَم) atau disebut Jumlah (الجُمْلَة).
Kalimah-kalimah dalam Bahasa Arab, diringkas menjadi tiga macam:
1. Kalimah Fiil (الفِعْلُ) = Kata kerja
2. Kalimah Isim (الإِسْمُ) = Kata Benda
3. Kalimah Harf (الحَرْفُ) = Kata Tugas.
Khusus untuk Kalimah Fi’il, bisa dimasuki: قد, س, سوف, Amil Nashob ان dan saudara-saudaranya, Amil Jazm, Ta’ Fa’il, Ta’ Ta’nits Sakinah, Nun Taukid, Ya’ Mukhotobah.
Khusus untuk Kalimah Isim, bisa dimasuki: Huruf Jar, AL, Tanwin, Nida’, Mudhof, Musnad.
Khusus untuk Kalimah Harf, terlepas dari suatu yang dikhusukan kepada Kalimah Fiil dan Kalimah Isim.
Menurut wazannya, asal Kalimah terdiri dari tiga huruf, 1. Fa’ fi’il, 2. ‘Ain Fi’il, 3. Lam Fi’il (َفَعَل). Apabila ada tambahan asal, maka ditambah 4. Lam fi’il kedua (َفَعْلَل). Apabila ada tambahan huruf bukan asal. maka ditambah pula pada wazannya dengan huruf tambahan yang sama, semisal ٌمُسْلِم ada tambahan huruf Mim didepannya, maka ikut wazan مُفْعِلٌ.
semoga bermanfaat....
Langganan:
Postingan (Atom)